Minggu, 17 Oktober 2010

PUISI PERPISAHAN


Perpisahan seringkali mendatangkan kesedihan yang mendalam. Apalagi jika kita akan meninggalkan atau ditinggalkan oleh orang-orang yang kita cintai. Ada perasaan berat, sedih, bahkan tidak sedikit yang putus asa. Beberapa orang yang mengalami kepedihan ini kadang menuangkannya dalam bait-bait puisi perpisahan.
Puisi perpisahan I
PERPISAHAN ~ Kahlil Gibran
Ketika tiba saat perpisahan janganlah kalian berduka, sebab apa yang paling kalian kasihi darinya mungkin akan nampak lebih nyata dari kejauhan - seperti gunung yang nampak lebih agung terlihat dari padang dan dataran.
Puisi perpisahan II
Bagaimana Bisa ~ Yustitia
Bagaimana mungkin
Mentari berkabung dalam selimut gelap
Sedang tak satupun angin bersenandung
Ratap perih menggema dalam kotak sunyi berduri
Ingin pergi
Ingin lalui
Namun tak satupun kuda hendak bergeming
Hanya diam
Tak bicara
PUISI PERPISAHAN
seribu hari lebih terjajaki
ada banyak senyum tecipta
diantara riangnya siang
diantara tawa gejolak tawa

di sini....
tempat berteduhnya patriot muda
tempat menuang segala cita
seperti putih biru bajunya
seperti merah putih semangatnya

setelah lama merenda hari mengusung mimpi
berat terasa kami lepaskan
Selamat tinggal cerita indah
perpisahan bukanlah kehilangan
hanya batas tipis antara kisah dan kenangan

Selamat berjuang kakak-kakak q..
kobarkan semangat kebenaran di dadamu
jalan panjang yang masih terbentang
menanti pijakkan kokoh kakimu

berlarilah menggapainya
melajulah...

1 komentar: