Rabu, 20 Oktober 2010

SINTESIS TAWAS KALIUM SETENGAH RESEP

SINTESIS TAWAS KALIUM SETENGAH RESEP

A. Tanggal Praktikum
Selasa, 21 April 2009

B. Tujuan
a. Membuat tawas dari logam aluminium dan garamnya
b. Menguji kemurnian dari tawas dengan mengukur titik leburnya.

C. Prosedur Percobaan, Hasil Pengamatan dan Persamaan Reaksi
Prosedur Percobaan
Hasil Pengamatan
Persamaan Reaksi

0,1 g (± 0,01 g) Al(s)
     + 5 mL KOH(aq)

  
   ?
     - dipanaskan dengan   
       api kecil
     + aquades
  
  

   ?
  


 

     - didekantasi
      

Filtrat                 


 

                            Residu


     - diaduk
     + H2SO4(l) 6M
       (3 mL)

   ?
Al(s): putih mengkilat
KOH(aq): larutan tidak berwarna

Tidak bereaksi




Mengeluarkan gelembung, gas putih, semakin lama reaksinya semakain lambat
(± 2 jam)



Filtrat: larutan tidak berwarna
Residu: Al yang tidak bereaksi





Terjadi endapan putih, semakin lama akan mencair









2Al(s) + 2KOH(aq) + 6H2O(l) → 2K+(aq) + 2Al(OH)4-(aq) + 3H2(g)













2KAl(OH)4(aq) + H2SO4(l) → 2Al(OH)3(s) + K2SO4 (aq) + 2H2O(l)

     - dipanaskan
     - diaduk
   ?

  Filtrat  
     - didinginkan dalam
       penangas es 20
       menit
   

   ?

   
Kristal   
     - diletakkan di dalam    
       desikator selama 2  
       malam

   ?
     - ditimbang 3x berat   
       tawas hasil sintesis

   ?
     - dihitung berat    
       tawas secara teoritis

   ?
     - dihitung
        presentasenya
   ?


Filtrat tidak berwarna, volumenya berkurang




Filtrat mengkristal, sebagian besar kristal tidak berwarna, tetapi ada beberapa bagian yang berwarna putih









1,62 ; 1,61 ; 1,60 gram



1,758 gram


91,581%








K+(aq) + Al3+(aq) + 2SO4-(aq) +12H2O(l) → KAl(SO4)2.12H2O(c)



D. Analisis Data
Pada percobaan ini, kita akan melakukan sintesis tawas atau membuat tawas kalium setengah resep. Sebanyak 0,1 gram aluminium yang berwarna putih mengkilat direaksikan dengan 5 mL larutan kalium hidroksida (KOH)  2M dalam beaker glass, ternyata tidak terjadi reaksi sama sekali. Kemudian kita melakukan pemanasan berulang-ulang dengan menggunakan api kecil. Pemanasannya tidak dilakukan secara terus-menerus di atas api, tetapi sesekali memanakannya supaya larutannya tidak cepak menguap dan habis. Pemanasan ini dilakukan agar aluminium cepat bereaksi, tetapi harus dihentikan apabila aluminiumnya sudah tidak bereaksi lagi. Ketika dipanaskan, larutannya mengeluarkan gelembung-gelembung dan gas berwarna putih. Reaksi pemanasan aluminium dengan larutan KOH membutuhkan waktu yan cukup lama (kurang lebih selama dua jam). Hal ini dikarenakan luas permukaan aluminium terlalu besar sehingga reaksinya berjalan lambat. Oleh sebab itu, kami melakukan pemotongan terhadap aluminium menjadi bagian yang kecil-kecil untuk memperkecil luas permukaannya sehingga dapat bereaksi dengan cepat.
Selanjutnya dilakukan penembahan beberapa mililiter aquades pada beaker glass yang berisi larutan tersebut sambil digoyang-goyangkan dan dipanaskan dengan api kecil sampai aluminiumnya tidak bereaksi lagi. Dari perlakuan ini dihasilkan larutan tidak berwarna dan sedikit sisa aluminium yang sudah tidak bereaksi lagi. Kemudian larutan ini didinginkan dengan cara mengalirkan air pada dinding luar beaker glass. Setelah itu, larutannya didekantasi dan dihasilkan filtrat tidak berwarna serta residu berupa aluminium yang tidak bereaksi. Pada pemisahan ini tidak dilakukan dengan filtrasi menggunakan kertas saring supaya ion-ion yang ada dalam larutan tidak tertinggal dikertas saring.
Filtrat tersebut kemudian ditambahkan dengan 3 mL asam sulfat 6M tetes demi tetes. Dari penambahan asam sulfat tersebut menghasilkan endapan berwarna putih seperti gelatin, yang lama-lama akan mencair lagi beberapa bagiannya. Selanjutnya dilakukan pemanasan hingga mendidih terhadap endapan tersebut sambil diaduk terus menerus sehingga endapannya berubah menjadi larutan tidak berwarna dan volume larutannya berkurang. Larutan hasil pemanasan ini tidak perlu didekantasi lagi karena sudah tidak mengandung residu sehingga bisa langsung didinginkan dengan cara mengalirkan air pada dinding luar beaker glass. Setelah didinginkan, larutan tersebut membeku menjadi kristal tidak berwarna dan sebagian kecil berupa kristal berwarna putih. Kristal ini di letakkan di desikator selama dua malam. Setelah itu akan terbentuk kristal yang tidak berwarna dan ada sedikit iarnya. Kristal inilah yang merupakan tawas kalium. Tawas ini kemudian ditimbang sebanyak tiga kali yang menghasilkan berat berturut-turut 1,62 gram; 1,61 gram dan 1,60 gram.

E. Pembahasan
Tawas kalium dibuat dengan cara mereaksikan logam aluminium dengan larutan kalium hidroksida. Logam aluminium tidak dapat bereaksi dengan larutan kaliu hidroksida, sehingga diperlukan  pemanasan supaya keduanya dapat bereaksi. Reaksi ini menghasilkan larutan tidak berwarna yang berupa senyawa garam kalium aluminat dan mengeluarkan gelembung serta gas berwarna putih yang diidentifikasi sebagai gas hidrogen, sesuai dengan persamaan reaksi sebagai berikut:
2Al(s) + 2KOH(aq) + 6H2O(l)           2K+(aq) + 2Al(OH)4-(aq) + 3H2(g).
Kemudian ditambahkan 3 mL asam sulfat 6 M dingin yang akan menghasilkan endapan putih. Endapan tersebut merupakan aluminium hidroksida. Ion tetrahidroksoaluminat yang dihasilkan pada reaksi pertama akan bereaksi denan ion hidrogen dari asam sulfat, sehingga dihasilkan endapan aluminium hidroksida yang berwarna putih, dengan persamaan reaksi seperti di bawah ini:
2KAl(OH)4(aq) + H2SO4(l) → 2Al(OH)3(s) + K2SO4 (aq) + 2H2O(l).
Namun yang perlu diperhatikan adalah penambahan asam sulfat pekat ini tidak boleh melebihi dari 3 mL karena endapan aluminium hidroksida akan melarut kembali pada kelebihan asam (Vogel, 2005:267).
Endapan yang diperoleh dipanaskan perlahan-lahan sambil diaduk-aduk sampai semua endapannya melarut menjadi larutan aluminium sulfat. Persamaan reaksinya:
2Al(OH)3(s) + 3H2SO4(l)           Al2(SO4)3(aq) + 6H2O(l).
Setelah endapan dipanaskan akan menjadi larutan kalium sulfat dodekahidrat  yang hampir jenuh. Jika larutan ini didinginkan akan terbentuk kristal-kristal berwarna putih yang kemudian diletakkan di dalam desikator selama dua malam upaya menjadi kering dan tidak mengandung air. Setelah itu, kristal dipisahkan dari lelehan airnya dan hanya di ambil hanya tawasnya saja yang berupa kristal tidak berwarna, karena meskipun diletakkan di dalam desikator kadangkala masih ada endapan berwarna putih yang merupakan tawas yang tidak jadi. Tawas ini berupa kristal-kristal bening yang berbentuk oktahedron. Persamaan reaksinya:
K+(aq) + Al3+(aq) + 2SO4-(aq) +12H2O(l) → KAl(SO4)2.12H2O(c)
(Tim Pembina Mata Kuliah, 2008:44).
Tawas yang terbentuk kemudian ditimbang menggunakan kertas saring, namun harus dibiarkan terlebuh dahulu supaya air yang terserap oleh kertas saring dapat mengering sehingga tidak mempengaruhi pada hasil penimbangan. Penimbangan dilakukan sebanyak tiga kali, dengan berat tawas berturut-turut 1,62 gram; 1,61 gram dan 1,60 gram.
Dalam percobaan kali ini kami tidak melekukan pengukuran terhadap titik leleh tawas sehingga kami tidak mengetahui kemurnian tawas, tetapi kami hanya menghitung presentase dari berat tawas hasil percobaan saja. Besarnya presentase tawas dapat diketahui dengan perhitungan sebagai berikut:

Berat tawas secara teoritis
m Al = 0,1 gram
Ar Al = 26, 98
Mr KAl(SO4)2.12H2O = 474,412 gram/mol

Perbandingan mol:
2Al(s) + 2KOH(aq) + 6H2O(l)           2KAl(OH)4(aq) + 3H2(g).
2 (3,706x10-3) mol                                        2 (3,706x10-3) mol
   7,412x10-3 mol                                            7,412x10-3 mol

2KAl(OH)4(aq) + H2SO4(l) → 2Al(OH)3(s) + K2SO4 (aq) + 2H2O(l)
7,412x10-3 mol                       7,412x10-3 mol

2Al(OH)3(s) + 3H2SO4(l)           Al2(SO4)3(aq) + 6H2O(l)
7,412x10-3 mol                          3,706x10-3 mol

1/2Al2(SO4)3(aq) + 1/2K2SO4(aq) +12H2O(l) → KAl(SO4)2.12H2O(c)
 1,853x10-3 mol                                                    3,706x10-3 mol

Dari perbandingan mol di atas, dapat diketahui mol tawas = 3,706x10-3 mol
Maka berat tawas secara teoritis = mol tawas x Mr tawas
                                                    = 3,706x10-3 mol x 474,412 gram/mol
                                                    = 1,758 gram

Berat tawas dari tiga kali penimbangan: 1,62 gram; 1,61 gram; 1,60 gram
Dari perhitungan didapatkan persentasi tawas kalium sebesar 91,581%, sedangkan sisanya berupa lelehan air dari tawas yang belum ataupun tidak mengkristal. Sedangkan tingkat kemurniannya tidak dapat dihitung karena kami tidak melakukan uji kemurnian dengan mengukur titik lelehnya.

F. Jawaban Pertanyaan
1. Tawas adalah garam sulfat rangkap terhidrat dengan formula M+M3+(SO4)2.12H2O, dengan M+ merupakan kation univalen (Na+, K+, Tl+, NH4+, Ag+) sedangkan M3+ merupakan kation trivalen (Al3+, Fe3+, Cr3+, Ti3+, Co3+).
2. Al(OH)3 bersifat amfoter artinya senyawa Al(OH)3 dapat bereaksi dengan asam maupun basa.
     Reaksi dengan asam membentuk ion aluminium:
     Al(OH)3(s) + 3H+(aq) ↔ Al3+(aq) + 3H2O(l)
     Reaksi dengan basa membentuk ion tetrahidroksoaluminat:
     Al(OH)3(s) + OH-(aq) ↔ [Al(OH)4]-(aq)
3. Tawas memiliki 12 air kristal yang terikat pada garam rangkap. Dalam menghitung hasil teoritis dari tawas hasil sintesis, air kristal tersebut diikutkan karena dalam pembuatan tawas diperlukan juga reaksi dengan air, sesuai dengan persamaan reaksi seperti di atas.

G. Kesimpulan
1. Pembuatan tawas kalium dilakukan dengan cara mereaksikan 0,1 gram logam aluminium dengan 5 mL larutan kalium hidroksida yang dipanaskan, kemudian filtratnya ditetesi dengan 3mL asam sulfat 6M dan endapan yang terbentuk dipanaskan hingga mencair semua, selanjutnya didinginkan selama dua malam di dalam desikator.
2. Kemurnian tawas kalium tidak dapat diketahui karena kami tidak mengukur titik leleh tawas, tetapi presentase hasil sintesia tawas dapat diketahui yaitu sebesar 91,581%.


H. Daftar Rujukan
Tim Pembina Mata Kuliah. 2006. Petunjuk praktikum Kimia Anorganik. Malang:Jurusan Kimia Universitas Negeri Malang.
Vogel. 2005. Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif  Makro dan Semimikro Bagian , edisi ke Lima. Jakarta: PT. Kalman Media Pustaka.

kehujanan

mau ke kampuz kehujanan.........

Minggu, 17 Oktober 2010

PUISI PERPISAHAN


Perpisahan seringkali mendatangkan kesedihan yang mendalam. Apalagi jika kita akan meninggalkan atau ditinggalkan oleh orang-orang yang kita cintai. Ada perasaan berat, sedih, bahkan tidak sedikit yang putus asa. Beberapa orang yang mengalami kepedihan ini kadang menuangkannya dalam bait-bait puisi perpisahan.
Puisi perpisahan I
PERPISAHAN ~ Kahlil Gibran
Ketika tiba saat perpisahan janganlah kalian berduka, sebab apa yang paling kalian kasihi darinya mungkin akan nampak lebih nyata dari kejauhan - seperti gunung yang nampak lebih agung terlihat dari padang dan dataran.
Puisi perpisahan II
Bagaimana Bisa ~ Yustitia
Bagaimana mungkin
Mentari berkabung dalam selimut gelap
Sedang tak satupun angin bersenandung
Ratap perih menggema dalam kotak sunyi berduri
Ingin pergi
Ingin lalui
Namun tak satupun kuda hendak bergeming
Hanya diam
Tak bicara
PUISI PERPISAHAN
seribu hari lebih terjajaki
ada banyak senyum tecipta
diantara riangnya siang
diantara tawa gejolak tawa

di sini....
tempat berteduhnya patriot muda
tempat menuang segala cita
seperti putih biru bajunya
seperti merah putih semangatnya

setelah lama merenda hari mengusung mimpi
berat terasa kami lepaskan
Selamat tinggal cerita indah
perpisahan bukanlah kehilangan
hanya batas tipis antara kisah dan kenangan

Selamat berjuang kakak-kakak q..
kobarkan semangat kebenaran di dadamu
jalan panjang yang masih terbentang
menanti pijakkan kokoh kakimu

berlarilah menggapainya
melajulah...

pemanfaatan perpustakaan


PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN PADA SISWA-SISWI SDN GONDANGLEGI WETAN 02 DESA GONDANGLEGI WETAN KECAMATAN GONDANGLEGI KABUPATEN MALANG 
A.    PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang
Perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang tergabung pada sebuah sekolah, dikelola sepenuhnya oleh sekolah yang bersangkutan dengan tujuan usaha membantu sekolah untuk mencapai tujuan khusus sekolah dan tujuan pendidikan pada umumnya. (Sulistyo Basuki, 1993 : h. 50-51). Di samping itu dalam penjelasan Undang-undang Pendidikan Nasional kita, disebutkan bahwa salah satu sumber belajar di sekolah yang amat penting adalah perpustakaan. Sebagai salah satu sumber belajar di sekolah perpustakaan membantu tercapainya misi dan visi sekolah tersebut. Mengingat pentingnya peran perpustakaan sekolah maka perlu adanya suatu pengelolaan atau manajemen yang tepat dan cepat sehingga fungsi perpustakaan sekolah benar-benar terwujud. Namun masalahnya sekarang adalah tidak sedikit perpustakaan sekolah yang pengelolaannya masih kurang profesional.
          Buku perpustakaan sekolah adalah semua buku yang merupakan koleksi perpustakaan baik buku bacaan buku sumber maupun buku pelajaran. Semua buku yang ada di perpustakaan sekolah memegang peranan yang sangat penting dalam proses belajar mengajar. Oleh karena itu buku perpustakaan harus dapat dipertanggung jawabkan baik segi kebenaran materi, keamanan,bahasa,penyajian perwajahan dan tata karma penulisannya. Untuk bisa mempertanggung jawabkan semua itu buku hendaknya dikelola dengan baik.jumlah koleksi yang memenuhi persyaratan tidak akan berarti tanpa adanya pengelolaan yang baik dan sistematis
2.      Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka permasalahan yang akan dibahas pada
program ini adalah :
1. Bagaimana cara mengolah buku yang masuk perpustakaan ?
2. Bagaimana memberikan pelayanan kepada pemakai perpustakaan ?
3. Bagaimana memanfaatkan perpustakaan dalam kegiatan pembelajaran?
3.      Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah tersebut adapun tujuan pembuatan program
ini adalah :
1. mengetahui cara mengolah buku yang masuk ke perpustakaan.
2. mengetahui cara memberikan pelayanan kepada perpustakaan.
3. mengetahui cara memanfaatkan perpustakaan dalam kegiatan pembelajaran.
B.     PELAKSANAAN PROGRAM
1.      Sasaran/ Peserta
Sasaran peserta program pemanfaatan perpustakaan di SDN Gondanglegi Wetan 2 yaitu, siswa-siswi, guru, dan karyawan SDN Gondanglegi Wetan 2.
2.      Lokasi
Lokasi SDN Gondanglegi Wetan 2 yang  beralamat di Jl. Hayam Wuruk No.56 Desa Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.
3.      Strategi Pelaksanaan
Strategi pelaksanaan program pemanfaatan perpustakaan ini, antara lain:
1)      Koordinasi bersama tim KKN UM
2)      Koordinasi dengan Kepala Sekolah SDN Gondanglegi Wetan 2
3)      Koordinasi dengan salah satu guru yang pernah mengelola perpustakan di SDN Gondanglegi Wetan 2
4)      Observasi ke SDN Gondanglegi Wetan 2
5)      Sosialisasi program pemanfaatan perpustakaan kepada pihak sekolah yang bersangkutan bersama program perpustakaan yang lain
6)      Persiapan pemanfaatan ruang perpustakaan yang telah diklasifikasikan buku menurut jenisnya, yang terdiri dari buku fiksi, non-fiksi, pelajaran, dan biografi.
7)      Pemberian informasi tentang cara pemanfaatan perpustakaan yang sistematis kepada kelompok sasaran program ini
8)      Pelaksanaan program pemanfaatan perpustakaan
9)      Evaluasi program pemanfaatan perpustakaan

4.      Organisasi Pelaksana
Ketua Pelaksana                            : Asisul Khoirot
Anggota                                        : Siwi Khasanah
                                                        Riza Umami
                                                        Gita Septyana
  Media Lestika Sari
 
5.      Dana dan Sumber Dana
*      Pemasukan
Ø  LPM Universitas Negeri Malang              =Rp 35.000
Ø  Mahasiswa KKN                                      =Rp 20.100
  Rp 55.100
*      Pengeluaran
Ø  Buku daftar hadir tamu                            = Rp15.000
Ø  Buku sirkulasi peminjaman                      = Rp15.000
Ø  Buku katalog                                            = Rp15.000
Ø  Sampul kertas 3 lembar @Rp700             =Rp 2.100
Ø  Sampul plastik                                          =Rp 6.000
Ø  Print slogan dll                                         = Rp2.000
   Rp 55.100

6.      Jadwal Kegiatan
No
Hari/tanggal
Kegiatan
Keterangan/hasil
1.
Senin, 21 Juni 2010
Rapat koordinasi
Menyusun proposal program pemanfaatan perpustakaan SDN Gondanglegi Wetan 2
2.
Selasa, 22 Juni 2010
Koordinasi dengan Kepala SDN Gondanglegi Wetan 2
Mendapatkan gambaran umum tentang SDN Gondanglegi Wetan 2


Koordinasi dengan salah satu guru yang mengelola Perpustakaan di SDN Gondanglegi Wetan 2
Mendapatkan informasi tentang perpustakaan yang ada di SDN Gondanglegi Wetan 2
4.
Rabu, 23 Juni 2010
Observasi ke SDN Gondanglegi Wetan 2, khususnya kondisi di dalam perpustakaan
Mendapatkan informasi tentang kondisi perpustakaan yang ada di SDN Gondanglegi Wetan 2 serta kemungkinan penataan ruang perpustakaan


Diskusi untuk merevisi proposal program pemanfaatan perpustakaan di SDN Gondanglegi Wetan 2
Proposal program pemanfaatan perpustakaan di SDN Gondanglegi Wetan 2 telah direvisi
6.
24 Juni-10 Juli 2010
Persiapan pemanfaatan perpustakaan
Perpustakaan dipersiapkan dengan rapi
7.
Minggu, 11 Juli 2010
Pemberian informasi kepada pihak sasaran program pemanfaatan perpustakaan yang sistematis
Informasi telah diberikan kepada pihak guru SDN Gondanglegi Wetan 2
8.
12-17 Juli 2010
Monitoring pelaksanaan pemanfaatan  perpustakaan
Terjadi peningkatan minat siswa untuk membaca serta layanan petugas yang semakin baik
9.
Minggu, 18 Juli 2009
Evaluasi pelaksanaan pemanfaatan perpustakaan
pelaksanaan pemanfaatan perpustakaan telah mencapai hasil cukup maksimal

C.    HASIL PELAKSANAAN PROGRAM
1.      Pencapaian Hasil
Dalam pencapaian hasil telah dicapai 95% yang dilakukan dengan cara memberikan aturan atau tata cara yang mudah dipahami dalam pelaksanaan atau prosedur dalam melakukan pinjam meminjam buku yang terdapat di SDN Gondanglegi Wetan 2 melalui pembuatan buku sirkulasi peminjaman di perpustakaan. Pelaksanakan program dilakukan secara bertahap, selain itu petugas juga akan memberikan sanksi/ denda yang dikenakan apabila melanggar aturan / tata cara yang telah ada (peminjaman, pengembalian, dll). Denda apabila telat mengembalikan pinjaman  @ buku = Rp 100,- serta memberikan pengarahan kepada pihak sekolah yang berwenang dalam memberikan pelayanan kepada pemakai perpustakaan.
Hasil pencapaian program pemanfaatan perpustakaan telah dilakukan monitoring secara bertahap dan mencapai hasil yang cukup maksimal. Hal ini dapat dilihat dari gambar grafik di bawah ini:
Secara kualitatif, program pemanfaatan perpustakaan ini telah mendapat hasil yang diharapkan sesuai dengan rencana program yang telah disiapkan dengan matang. Hal itu dikarenakan adanya informasi, bantuan, dan koordinasi yang baik dengan tim KKN, guru-guru, serta siswa-siswi SDN Gondanglegi Wetan 2. Hasil yang telah dicapai berupa pihak sekolah yang bertugas sebagai petugas perpustakaan menjadi:
1.      mengetahui cara mengolah buku yang masuk ke perpustakaan.
2.      mengetahui cara memberikan pelayanan kepada perpustakaan.
3.      mengetahui cara memanfaatkan perpustakaan dalam kegiatan pembelajaran.
Harapan dari program pemanfaatan perpustakaan ini adalah siswa dapat memanfaatkan perpustakaan untuk menambah pengetahuan dan memperlancar kegiatan belajar pembelajaran serta pihak guru yang selalu memberikan layanan dan perhatian untuk siswa-siswi SDN Gondanglegi Wetan 2.
2.      Faktor Pendukung
a.       Pihak sekolah SDN Gondanglegi Wetan 2 yang mendukung kegiatan mahasiswa KKN
b.      Antusias dan keaktifan siswa-siswi SDN Gondanglegi Wetan 2 yang mengikuti program pemanfaatan perpustakaan meliputi peminjaman dan pengembalian buku, dan pengisian buku tamu
c.       Rekan-rekan tim KKN SDN Gondanglegi Wetan 2 yang ikut membantu dan bekerjasama dalam penyelesaian program  pemanfaatan perpustakaan.
3.      Faktor Penghambat
Perpustakaan dibuka pada waktu yang tak tentu, tergantung dari petugas yang bersangkutan. Selain itu pihak sekolah juga kurang perhatian untuk menjadi petugas perpustakaan secara rutin, sehingga siswa menjadi terhambat untuk meminjam ataupun membaca buku di perpustakaan.   
D.    PENUTUP
1.      Kesimpulan
Kegiatan dari  program pemanfaatan perpustakaan dilaksanakan setelah program pengelompokan, pelabelan, lidah buku dan kartu anggota selesai. Dalam pelaksanaannya perpustakaan harus digunakan sebagaimana mestinya. Untuk itu perlu partisipasi dari semua pihak sekolah khususnya  oleh siswa SDN Gondanglegi wetan 2  itu sendiri. Memberikan bimbingan mengenai arti pentingnya suatu perpustakaan bagi siswa dan guru. Sehingga setelah pelaksanaan program pihak sekolah terutama guru dapat:
1. mengetahui cara mengolah buku yang masuk ke perpustakaan.
2. mengetahui cara memberikan pelayanan kepada perpustakaan.
3. mengetahui cara memanfaatkan perpustakaan dalam kegiatan pembelajaran.
2.      Saran
Dibutuhkannya penanggung jawab atau pengurus perpustakaan tetap dari pihak sekolah untuk dapat melanjutkan program ini sehingga program pemanfaatan buku perpustakaan  dapat difungsikan dan berjalan dengan  baik.















E.     LAMPIRAN
1.      Foto Kegiatan

                                                                                  





Para siswa antusias membaca di perpustakaan







Mahasiswa KKN sedang melayani
sirkulasi peminjaman di perpustakaan







Siswa- siswi sedang membaca di perpustakaan sekolah pada waktu jam kosong, setelah olahraga dan jam istirahat





2.      Peraturan Peminjaman Buku Perpustakaan

PERATURAN PEMINJAMAN BUKU PERPUSTAKAAN
SDN GONDANGLEGI WETAN 2
Kecamatan Gondanglegi Kab Malang Jl. Raya Hayam Wuruk No. 56


a.       Batas peminjaman buku maksimal 3 buku
b.      Peminjam harus mengisi biodata di buku peminjaman
c.       Buku tidak boleh keluar dari ruang perpustakaan
d.      Pengunjung dilarang membawa makanan dan minuman ke dalam perpustakaan
e.       Pengunjung tidak boleh membuat gaduh di dalam perpustakaan.
f.       Pengunjung harus menaati tata tertib perpustakaan SDN Gondanglegi Wetan 2.
































3.      Buku Sirkulasi Peminjaman Buku Perpustakaan
No.
Nama
Kelas
No. Buku
Judul buku
Tanggal pinjam
Tanggal kembali
ttd petugas
1







2







3







4







5







6







7







8







9








4.      Daftar Tamu
No.
Hari/Tanggal
Nama
Keperluan
ttd petugas
1




2




3




4




5




6




7




8




9




10




Dst..






PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN PADA SISWA-SISWI
 SDN GONDANGLEGI WETAN 02 DESA GONDANGLEGI WETAN
KECAMATAN GONDANGLEGI KABUPATEN MALANG



LAPORAN PROGRAM INDIVIDU
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Negeri Malang
Semester Pendek 2010/2011
SDN Gondanglegi Wetan 02 Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang



Penanggung Jawab
ASISUL KHOIROT 207331408084
FMIPA/ Kimia






The learning University











PROGRAM PENGEMBANGAN WILAYAH DAN KULIAH KERJA NYATA
LEMBAGA PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
2010